Pilih Bahasa  
Book's Detail
Analisis Senyawa Kimia Liquid Volatile Matter Dan Arang Hasil Pirolisis Limbah Kulit Buah Kakao Dan Uji Efektivitasnya Sebagai Biofungisida

Abstrak
Kulit buah kakao (KBK) merupakan limbah lignoselulosa yang mengandung senyawa-senyawa yang dapat diolahmenjadi biofungisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai kandungan senyawa kimia LVM dan arang hasil pirolisis limbah KBK, serta mengetahui efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan jamur pada benih kakao, dengan dan tanpa pembaluran arang. Tahapan penelitian meliputi preparasi dan pirolisis sampel,karakterisasi dengan FTIR dan GC-MSdan penyiapan benih. Selanjutnya benih yang disiapkan diuji pH, kadar air dan efektivitasnyasebagai anti jamur dengan metode TPCpada benih kakao selama masa penyimpanan 15 hari.Proses pirolisis dilakukanselama 2 jamdengan kecepatan aliran pemanasan 6ºC/menit hingga mecapai suhu 500℃ dan diperolehberat LVM 260g, tar 47g, arang 280g dengan viskositas LVM 1,082g/mL. Sepektrum FTIR LVM menunjukan adanya serapan pada bilangan gelombang 3557.42 cm-1, 3189.19 cm-1, 1771.45 cm-1,1634.82 cm-1, 1554.43cm-1, 1409.53 cm-1 dan 1344.41 cm-1 yang menunjukan adanya gugus-gugus fungsi OH, Csp3-H, C=O, C-H, C=C, CH2, dan CH3.Sedangkan spektrum FTIR arang menunjukanadanya serapan pada bilangan gelombang 3433.29 cm-1, 2368.59 cm-1, 1561.63 cm-1 dan 1381.03 cm-1yang menunjukan adanya adanya gugus fungsi OH,C≡C atau C≡N,C=O dan CH3.Analisis GC-MS menunjukan bahwa LVM mengandung senyawadominan turunan fenol seperti 2-methoxy phenol (RT3,01), 3-methyl phenol (RT 3,40) dan 2,6-dimethoxy phenol (RT 5,53). Benih kakao masing-masing direndam LVM 10%,20% dan 30% selanjutnya dibaluri arang dan sebagai pembanding kontrol positif yaitu fungisida sintetik (amure 20%)dan kontrol negatif (air). pH benih berkisar 5-6, kadar air benihhari ke-0 diperoleh 75% dan menurun menjadi 14% pada hari ke-15. Hasil uji efektivitas LVM dan arang sebagai biofungisida pada benih kakao menunjukan bahwa perendaman benih dengan LVM 20% memeberikan daya hambat 90% dengan jumlah total koloni 7,5 x 102 CFU/g dan dengan tambahan pembaluran arang daya hambat menjadi 95% dengan jumlah total koloni 1 x 102 CFU/g. Perendaman LVM 30% memberikan daya hambat 100% sebanding dengan daya habat fungisida sintetik. Berdasarkan hasil penelitian maka LVM dan arang hasil pirolisis limbah KBK dapat dijadikan sebagai biofungisida pada benih tanaman kakao.

Kata kunci: Limbahkulit kakao, LVM, pirolisis, benih tanaman kakao, biofungisida, GC-MS, FTIR.

Pernyataan Tanggungjawab
Pengarang Mispa Lewi YT - Personal Name
Edisi
No. Panggil
ISBN/ISSN
Subyek Kimia
Klasifikasi
Judul Seri
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit F-MIPA/Biologi
Tahun Terbit 2018
Tempat Terbit UHO KENDARI
Deskripsi Fisik xv,58 hal,;28 cm
Info Detil Spesifik
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...