Intisari
Fitoremediasi merupakan upaya pembersihan lingkungan yang tercemar dengan memanfaatkan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi logam krom (Cr) terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari (Helianthus annuus Linn.) pada perairan, berapa besar kemampuan tanaman bunga matahari dalam mengakumulasi logam krom (Cr) pada akar, batang dan daun, faktor translokasi dan faktor bioakumulasi logam krom (Cr) pada pertumbuhan tanaman serta strategi dasar tanaman tersebut dalam mengakumulasi logam krom (Cr). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari enam perlakuan yaitu satu perlakuan kontrol (tanpa penambahan logam Cr) dan 5 konsentrasi logam krom yaitu 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm dan 25 ppm. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Varian menunjukkan bahwa logam Cr di dalam media air mempengaruhi laju pertumbuhan tanaman, semakin tinggi konsentrasi Cr di dalam air maka pertumbuhan tanaman semakin terganggu yang dibuktikan dengan semakin berkurangnya pertambahan tinggi dan jumlah daun. Bunga matahari mampu mengakumulasi logam krom sebanyak 6,38 ppm pada jaringan akar, 3,15 ppm pada jaringan batang dan 1,53 ppm pada daun. Nilai BAF diperoleh sebanyak 0,25 pada jaringan akar, 0,12 pada jaringan batang 0,06. Tanaman bunga matahari (Helianthus annuus Linn.) merupakan tanaman ekskluder terhadap logam Cr.
Kata Kunci : Fitoremediasi, Hidroponik, Logam Krom, Bunga Matahari
|