INTISARI
Telah dilakukan penelitian pembuatan hidrogel kitosan terikat silang asam suksinat sebagai pembenah tanah untuk tanaman kacang kedelai (Glycine max L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pengaruh perbandingan komposisi dalam menghasilkan hidrogel serta mengetahui sifat fisik dan kimia tanah meliputi kelembaban, suhu, pH, kadar kalium terserap, kandungan C-organik dan kapasitas tukar kation. Karakterisasi gugus fungsi dan morfologi dilakukan menggunakan FT-IR dan SEM. Analisis FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi, OH, CH3, COOH, NH2, dan C=O. Analisis SEM memperlihatkan permukaan hidrogel pada tiap komposisi dan konsentrasi kitosan-asam suksinat ukuran pori atau rongga yang berbeda sehingga berpengaruh terhadap derajat swelling dan derajat ikat silang. Pengaplikasian hidrogel kitosan-asam suksinat untuk pembenah tanaman kacang kedelai dengan komposisi 2 gram kitosan terikat silang asam suksinat 0,4% dapat memberikan dampak yang cukup signifikan pada pengukur hari ke-72. Nilai pH tanah antara 7,1-7,4, kelembaban sebesar 39%, suhu tanah sekitar 26-29oC, kadar kalium terserap sebesar 23,29 ppm, kandungan C-organik tanah sebesar 4,37%, dan nilai kapasitas tukar kation sebesar 22,03 meq/100g. Selain itu, pengaruh penggunaan hidrogel terhadap tanaman kacang kedelai menunjukan tinggi, jumlah daun dan buah maksimum pengukuran hari ke-72 yaitu 126 cm, 34 helai dan 28 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrogel hasil sintesis kitosan terikat silang asam suksinat berpotensi sebagai pembenah tanah.
Kata Kunci: Hidrogel, ikat silang, pembenah tanah, kitosan-asam suksinat
|