Abstrak
Bioetanol adalah salah satu bahan bakar terbarukan karena ramah lingkungan dan menghasilkan emisi gas kabon rendah dibandingkan dengan bahan bakar lainnya. Hari ini, bahan bakar bensin dapat diganti dengan bahan bioetanol untuk mengurangi bahan bakar yang digunakan. Produksi bioetanol berbahan dasar Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dapat digunakan sebagai bahan baku karena memiliki kandungan lignoselulosa yang relatif melimpah. Biomassa berbasis lignoselulosa TKKS terdiri dari tiga polimer utama yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Proses pembuatan bioetanol dibagi menjadi tiga langkah utama, yaitu pretreatment, hidrolisis-fermentasi, dan pemurnian. Dalam proses pretreatment ini, telah menggunakan cairan ionik (IL) Triethilamina Hidrogen Sulfat ([THS]HSO4) karena memiliki sifat unik serta dikenal sebagai pelarut green chemistry. Dalam penelitian ini, TKKS di pretreatment menggunakan variasi komposisi IL 80%, 83%, dan 90,9% dengan variasi suhu pada 50℃, 80℃, 100℃, 120℃, dan 150℃ untuk menentukan efek lignin dan proses degradasi hemiselulosa. Hasilnya menunjukkan bahwa rasio komposisi 83% IL dapat memisahkan lignin hingga 32.8%; selulosa 45.84%; hemiselulosa 5.87% selama 17 jam pada suhu optimum 120℃. Analisis High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) telah diperoleh dengan komposisi kimia seperti selulosa dan hemiselulosa dalam sampel TKKS.
Kata kunci: Bioetanol, TKKS, Cairan Ionik, Pretreatment, [THS]HSO4.
|