ABSTRAK
Perkembangan anak adalah bertambahnya kemampuan dan keterampilan dalam struktur fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil proses pematangan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan anak diantaranya penggunaan gawai dengan intensitas yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan intensitas penggunaan gawai dengan keterlambatan perkembangan balita usia 3-5 tahun di Kecamatan Wolio Kota Baubau.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah anak usia 36 – 60 bulan di Kecamatan Wolio Kota Baubau berjumlah 98 sampel, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pemilihan sampel dilakukan secara proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Denver II untuk menilai perkembangan anak dan intensitas penggunaan gawai dinilai dengan kuisioner penelitian. Analisis data menggunakan uji chi square dengan nilai kemaknaan 0,05.
Hasil analisis uniavariat menunjukkan bahwa sebanyak 74,5% anak menggunakan gawai dengan intensitas tinggi. Hasil analisis hubungan intensitas penggunaan gawai dengan keterlambatan perkembangan balita usia 3-5 tahun di Kecamatan Wolio Kota Baubau. Analisis bivariat pada tiap aspek perkembangan didapatkan aspek motorik kasar p-value 0,401 (p>0,05), aspek motorik halus p-value 0,105 (p>0,05), aspek personal sosial p-value 0,001 (p
|