ABSTRAK
HUBUNGAN PENGGUNAAN MINYAK JELANTAH DAN PROFIL TRIGLISERIDA TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT PESISIR DI KELURAHAN NAMBO
Oleh:
Prabowo Saputra Yuwana
K1A1 15 105
Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2008, di daerah Asia Tenggara, sebanyak 36% orang dewasa berusia 25 tahun ke atas memiliki tekanan darah tinggi, dan 1,5 juta kematian terjadi setiap tahun karena komplikasi tekanan darah tinggi. Hipertensi masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Hal ini merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang cukup tinggi, yaitu 25,8% menurut data Riskesdas tahun 2013. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg secara kronis. Terapi non farmakologis perlu diterapkan untuk mencegah terjadinya hipertensi yaitu dengan cara modifikasi gaya hidup untuk mengendalikan tekanan darah. Minyak jelantah mengandung asam lemak bebas yang terbentuk dari proses oksidasi dan hidrolisis, kemudian asam lemak bebas ini membentuk lagi asam lemak jenuh dan asam lemak trans serta radikal bebas, yang dapat menimbulkan berbagai gangguan seperti disfungsi endotel, sehingga dapat mengakibatkan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan minyak jelantah dan profil trigliserida dengan hipertensi.
Rancangan penelitian ini analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 96 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner untuk menentukan penggunaan minyak jelantah dan Spektrofotometer automatic (TRX-7010) untuk mengukur profil trigliserida. Analisis data dilakukan dengan Uji chi-square dengan nilai kemaknaan p < 0,05.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan penggunaan minyak jelantah dengan hipertensi (p = 0,002) dan profil trigliseirda dengan hipertensi (p = 0,004).
Simpulan penelitian: Hipertensi mempunyai hubungan dengan penggunaan minyak jelantah dan peningkatan profil trigliserida.
|