HUBUNGAN INTENSITAS SUARA TERHADAP TINGKAT STRES PEGAWAI PT. PLN PERSERO UNIT PLTD POASIA
Riska
K1A1 12 118
Rangsangan suara yang berlebihan atau tidak dikehendaki (bising), yang dijumpai diperusahaan akan mempengaruhi fungsi pendengaran. Intensitas suara yang tidak dikehendaki (bising) dapat menimbulkan efek berupa gangguan fisiologis, psikologis dan gangguan komunikasi. Salah satu contoh gangguan psikologis yang diakibatkan oleh intensitas suara adalah stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas suara terhadap tingkat stres pegawai PT. PLN Persero Unit PLTD Poasia.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan alat sound level meter untuk mengukur intensitas suara dan menggunakan kuesioner untuk mengukur stres. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas suara memiliki hubungan dengan stres pada pegawai PT. PLN Persero Unit PLTD Poasia dengan nilai p=0,013. Pada lingkungan kerja didapatkan intensitas suara rendah 63,5 dB dan intensitas suara tinggi 95,5 dB.
Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan intensitas suara terhadap tingkat stres pegawai PT. PLN Persero Unit PLTD Poasia.
Kata kunci: intensitas suara,tingkat stres, PT.PLN
|