<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34208">
<titleInfo>
<title>Pola Pertumbuhan Ikan Betok (Anabas testudineus) Di Perairan Rawa Aopa Watumohai Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUSLAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">UHO KENDARI</placeTerm></place>
<publisher>FPIK/MANAJEMEN SUMBER DAYA PERAIRAN</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii,53 hal,;28 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yang dimulai dari bulan Januari–Maret 2018 di Perairan Rawa Aopa Watumohai Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan betok (A. testudineus) yang meliputi sebaran frekuensi panjang, hubungan panjang bobot dan Faktor Kondisi. Total sampel selama penelitian 350 individu, terdiri atas 172 ekor ikan jantan dan 178 ekor ikan betina. Sebaran kelas ukuran panjang jantan dan betina terbagi menjadi 9 kelas ukuran dan frekuensi panjang terbanyak pada ikan jantan terdapat pada kelas panjang 127–139 mm dan terendah terdapat pada kelas panjang 62–74 mm, sedangkan pada ikan betina terbanyak pada kelas panjang 140–152 mm dan terendah terdapat pada kelas pajang 88–100 mm. Pola pertumbuhan ikan betok jantan dan betina selama penelitian didapatkan pada bulan Januari tipe pola pertumbuhan allometrik negatif, Februari–Maret allometrik positif, sedangkan betina didapatkan tipe pola pertumbuhan Januari–Februari (allometrik negatif) dan Maret (isometrik). Pola pertumbuhan berdasarkan stasiun menjelaskan bahwa ikan betok jantan pada stasiun I–III (allometrik negatif), sedangkan ikan betok betina stasiun I (Isometrik) dan stasiun II–III (allometrik negatif). Faktor kondisi ikan betok jantan dan betina selama penelitian mengidikasikan keadaan yang baik.
Kata Kunci: Ikan Betok, pola pertumbuhan, faktor kondisi, Rawa Aopa Watumohai</note>
<subject authority=""><topic>Manajemen Sumber Daya Perairan</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UPA PERPUSTAKAAN UHO UNIVERSITAS HALU OLEO</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I1A114088</numerationAndChronology>
<sublocation>UPT PERPUSTAKAAN UHO</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>34208</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-12-20 13:13:59</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-12-20 13:15:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>