<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34140">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Shelter Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Belut Sawah (Monopterus albus) Yang Dipelihara Pada Media Tanpa Lumpur</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FIRMAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">UHO KENDARI</placeTerm></place>
<publisher>FPIK/Budidaya Perairan</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xviii,39 hal,;28 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Shelter digunakan sebagai tempat berlindung dan merawat larva ikan.Olehnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh shelter terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah (Monopterus albus).  Penelitian berlangsung di Pondok Kewirausahaan Budidaya Ikan (PKBI), Jalan Wirabuana, Lorong Meohai, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Media peneliharaan berupa kolam tanpa lumpur.Empat jenis shelter yang diujikan, yakni tumbuhan apu-apu (Perlakuan A), pelepah pisang (Perlakuan B), bambu (Perlakuan C) dan Pipa Paralon (Perlakuan D). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan Tingkat kelangsungan hidup (SR). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian shelter yang berbeda memberikan pengaruh yang terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik rata-rata, dengan hasil terbaik pada perlakuan A dengan nilai berturut-turut 17,67 gram dan 0,06%, namun tidak berbeda nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah shelter yang terbaik untuk  budidaya belut sawah di media tanpa lumpur adalah tanaman apu-apu.

Kata kunci: Shelter, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup Belut Sawah  (Monopterus albus).</note>
<subject authority=""><topic>Budidaya Perairan</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UPA PERPUSTAKAAN UHO UNIVERSITAS HALU OLEO</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I1A212085</numerationAndChronology>
<sublocation>UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HALU OLEO</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>34140</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-12-17 09:01:19</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-12-17 09:02:58</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>