ABSTRAK
Lichen merupakan organisme simbion yang terdiri dari dua organisme berbeda dalam hubungan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara fungi (mikobiont) dan alga (photobiont). Dekade terakhir, lichen berpotensi untuk dijadikan bahan fitofarmaka yang baru karena memiliki bioaktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder dari lichen Teloschistes flavicans dan menguji aktivitas antidiabetiknya. Serbuk lichen dimaserasi menggunakan pelarut aseton selama 3×24 jam. Kemudian, ekstrak aseton dipisahkan menggunakan kromatografi kolom (KK) dan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silika gel G.60 yang dielusi dengan pelarut n-heksana dan etil asetat secara gradien. Isolat kristalin yang diperoleh dimurnikan dengan proses rekristalisasi sehingga diperoleh senyawa murni. Senyawa murni ditentukan strukturnya menggunakan spektrometer UV-VIS, FTIR, LC-MS/MS, dan NMR (1H dan 13C). Senyawa murni yang diperoleh berbentuk kristal jarum putih. Hasil interpretasi data spektra dan dibandingkan dengan literatur, diperoleh rumus molekul senyawa isolat C18H16Cl2O5 yaitu vikanisin. Hasil uji aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase diperoleh bahwa ekstrak aseton memiliki aktivitas yang kuat dengan nilai IC50 54,05 µg/mL. Sedangkan senyawa vikanisin memiliki aktivitas yang lemah dalam menghambat enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 197,04 µg/mL.
Kata Kunci: Lichen, Teloschistes flavicans, antidiabetes, enzim α-glukosidase
|