INTISARI
Penelitian untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder dari ekstrak aseton lichen Usnea sp. dan uji bioaktivitasnya sebagai antioksidan telah dilakukan. Lichen Usnea sp. diambil di sekitar desa Latimojong kecamatan Pasui kab. Enrekang, Sulawesi Selatan diisolasi dengan ekstraksi maserasi menggunakan pelarut aseton, kemudian dipisahkan lebih lanjut menggunakan kolom kromatografi gravitasi menggunakan eluen campuran n-heksana:etilasetat:metanol secara gradien dan diperoleh eluat yang dominan pada F5 dan F7. Fraksi F5 dan F7 kemudian dimurnikan dengan cara rekristalisasi dengan aseton dan diperoleh dua senyawa isolat berbentuk kristal berwarna kuning dan putih. Senyawa isolat diidentifikasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, FT-IR, LC-MS/MS, dan hasil NMR-1D (1H dan 13C-NMR) dan membandingkan data dengan literatur, menunjukkan bahwa senyawa isolat adalah senyawa asam usnat dan senyawa asam difraktat. Uji toksisitas BSLT dilakukan terhadap ekstrak aseton Usnea sp., senyawa asam usnat dan senyawa asam difraktat menunjukkan aktivitas toksisitas degan nilai LC50 secara berturut-turut adalah 3,52; 40,78; 208,93 mg/L. Selanjutnya uji aktivitas antioksidan terhadap ekstrak aseton Usnea sp., senyawa isolat asam usnat dan senyawa asam difraktat menunjukkan aktivitas penghambatan dengan nilai IC50 secara berturut-turut adalah 52,22 mg/L; 607,12; 2164,62 mg/L.
Kata kunci : Isolasi, lichen Usnea sp., asam usnat, asam difraktat, aktivitas antioksidan.
|