Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak mangrove Acanthus ilicifolius L. terhadap kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus L.). Mencit jantan sebanyak 20 ekor dengan berat 20-30 g yang berumur 2-3 bulan dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan yaitu: K1 kontrol positif (aquades), K2 kontrol negatif (Na CMC 0,5% ), K3 (Daun), K4 (Kulit batang) dan K5 (Akar) dengan dosis 10 mg/g bb mencit. Ekstrak diberikan secara oral setiap hari selama 34 hari, pada hari ke-35 berat badan mencit ditimbang lalu dibius selanjutnya dikorbankan dan dilakukan pengambilan cauda epididymis untuk pengamatan kualitas spermatozoa mencit. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji BNT (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak mangrove Acanthus ilicifolius L. pada organ (daun, kulit batang dan akar) secara signifikan mempengaruhi motilitas, morfologi dan viabilitas spermatozoa mencit. Penurunan motilitias terbanyak terjadi pada dosis K4 dan K5 yaitu 41.75% dan 31.50 % dibandingkan dengan dosis K1 (91%), K2 (83.75%), K3 (80,50%). Persentase morfologi abnormal terbanyak pada dosis K4 dan K5 yaitu 38.5% dan 22.25% dibandingkan dengan dosis K1 (81.5%), K2 (75.25%), K3 (59%) sedangkan rata-rata penurunan pada viabilitas spermatozoa mencit terbanyak terjadi pada dosis K4 dan K5 yaitu 34.5% dan 22.25% dibandingkan dengan dosis K1 (78%), K2 (68.25%), K3 (52.25%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak mangrove Acanthus ilicifolius, L. pada organ (daun, kulit batang dan akar) secara signifikan mempengaruhi kualitas spermatozoa mencit.
Kata kunci : Acanthus ilicifolius L., Motilitas, Morfologi, Viabilitas Spermatozoa
|