
Notice: Undefined variable: _title_main in /var/www/library/lib/detail.inc.php on line 251
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32980">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nurhani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">UHO KENDARI</placeTerm></place>
<publisher>FIB/Antropologi</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii,73 hal,;28 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK  
NURHANI (N1A114006).  Peran Dua Kerajaan Dalam Mempertahankan  Upacara Malabot Tumpe/Tumbe Di Sulawesi Tengah yang di bimbing oleh Wa Ode Sifatu selaku pembimbing I dan Ashmarita, selaku pembimbing II. 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dua kerajaan dalam mempertahankan serta peran dua karajaan dalam  pelaksanaan  upacara malabot tumpe/tumbe,  dan yang menghambat sebagian masyarakat Banggai sehingga tidak lagi ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan upacara malabot tumbe. Teori yang digunakan adalah pemikiran Radcliffe Brown tentang structural fungsionalisme dengan metode etnografi. 
Hasil Penelitian: Kerajaan Banggai dan Kerajaan Matindok telah mencari legitimasi hukum atas kepemilikian tanah adat di daerah tepatnya di hutan bakiriang sehingga burung maleo terpelihara dengan baik  sehingga upacara tumpe/tumbe tetap di laksanakan, kerajaan matindok mengantar telur burung maleo kepada kerajaan Banggai kemudian kerajaan Banggai Menjemput telur tersebut dan membagikan kepada yang berhak, namun adanya pekerjaan, dan kurangnya pemahaman terhadap budaya sendiri mengakibatkan turunnya partisipasi    masyarakat    kerajaan   Banggai    dalam    pelaksanaan   upacara  malabottumbe.  Kesimpulan: Hubungan kerajaan Banggai dan kerajaan Matindok dalam mempertahankan upacara malabottumpe/tumbe  sangatlah erat dan saling mempunyai     keterikatan      antara      satu     sama     lain     karena    upacara  malabot tumpe/tumbe adalah warisan budaya leluhur yang harus dipertahankan dan dilestarikan oleh dua kerajaan tersebut.  
Kata Kunci: Peran, Kerajaan, Upacara Malabot Tumpe/Tumbe,</note>
<note type="statement of responsibility">PERAN DUA KERAJAAN DALAM MEMPERTAHANKAN UPACARA MALABOT TUMPE/</note><subject authority=""><topic>Antropologi</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UPA PERPUSTAKAAN UHO UNIVERSITAS HALU OLEO</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">N1A114006</numerationAndChronology>
<sublocation>UPT PERPUSTAKAAN UHO</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>32980</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-08-08 10:32:23</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-08 10:37:02</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>